Memilih Waktu Terbaik Membuat Anak Menurut Islam - Tarjamah Fathul Izar (3)

- 21.07
order gelang step asli via WA sekali klik
testimoni gelang step
cara memebuat anak yang benar menurut islam
Pilihlah waktu terbaik membuat anak agar shalih dan shalihah dan bisa berbakti kepada orangtua. Foto: istimewa.

Oleh M Abdullah Badri

KETAHUILAH, maksud utama dari pernikahan itu adalah ta'abbud (beribadah), taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) dan mengikuti sunnah Rasul. Selain itu, menikah juga bertujuan melahirkan anak dan keturunan dalam rangka menjaga alam supaya lebih tertib. Tanpa ikatan pernikahan, alam akan rusak dan remuk.

Ibarat sawah. Ia tidak akan menghasilkan tanaman yang bisa dipanen kecuali dimulai dari menebar benih di tanah, mencangkul (merawatnya), hingga dengan caranya masing-masing, para petani bisa membuat tanaman itu berbuah. Di tengah menunggu hasil kerjanya di sawah, petani memiliki cara sendiri untuk menghasilkan produk tanaman terbaik.

Demikian pula dalam pernikahan. Anak sebagai hasil keturunan tidak akan bisa disebar kecuali dengan menebar benih suami (untuk pertama kalinya) ke dalam "sawahnya", yakni wanita halal (yang sudah dinikahinya). Allah Swt. berfirman:

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ

Artinya:
"Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu..". (QS. Al-Baqarah: 223).

Sabab nuzul Surat Al-Baqarah ayat ke-223 di atas adalah munculnya sekelompok umat Islam saat itu menceritakan cara "mereka menebar benih" kepada istrinya dengan posisi duduk, yang bisa beralih berdiri maupun telentang. Bahkan dari depan maupun belakang.

Mendengar cerita tersebut, orang-orang Yahudi menyebut umat Islam seperti binatang. "Kami "menebar benih" (kepada istri-istri) dengan satu posisi saja. Dalam Kitab Taurat, kami menemukan keterangan, siapa saja yang mendatangi istrinya selain dengan telentang posisi, hal itu dianggap menjijikkan oleh Allah," kata mereka.

Allah Swt. kemudian membantah pernyataan bohong orang Yahudi itu dengan ayat ke-223 dalam Surat Al-Baqarah tersebut. Baca: Indahnya Menikah dan Manfaat Menikah dalam Islam - Tarjamah Kitab Fathul Izar (1)

Oleh karena itulah, ayat di atas merupakan dalil bolehnya seorang suami mengambil posisi "tebar benih" kepada istrinya melalui cara-cara yang dia suka sesuai pilihan bebasnya, baik duduk, berdiri, terlentang, dari atas, dari bawah atau bahkan dari depan maupun belakang. Semunya boleh.

Pilihan waktu "tebar benih"nya juga bebas. Mau siang atau malam, bila tetap di "satu lubang jalur", diperbolehkan. Meskipun begitu, para ahli menyatakan begini soal waktu terbaik "tebar benih" (membuat anak):

  1. Yang melakukannnya pada malam Jumat, anaknya akan menjadi seorang hafidz Al-Qur'an,
  2. Yang melakukannnya pada malam Sabtu, anaknya akan menjadi gila,
  3. Yang melakukannnya pada malam Ahad, anaknya akan menjadi seorang pencuri barang orang lain atau menjadi dhalim,
  4. Yang melakukannnya pada malam Senin, anaknya akan menjadi seorang fakir atau miskin atau yang Ridla atas kekuasaan (qadar) Allah dan ketentuan-Nya (qadla'),
  5. Yang melakukannnya pada malam Selasa, anaknya akan menjadi seorang berbakti kepada orangtuanya,
  6. Yang melakukannnya pada malam Rabu, anaknya akan menjadi orang yang cerdas, banyak ilmu atau banyak bersyukur,
  7. Yang melakukannnya pada malam Kamis, anaknya akan memiliki karakter orang iklash hati,
  8. Yang melakukannnya pada malam Hari Raya (Ied), anaknya akan memiliki enam jari (cacat), 
  9. Yang melakukannnya dengan berbicara (ngoceh), anaknya akan menjadi bisu,
  10. Yang melakukannnya di ruang gelap, anaknya akan menjadi penyihir (dukun), 
  11. Yang melakukannnya di terang cahaya (lampu hidup), anaknya akan berparas tampan atau cantik (jika perempuan), 
  12. Yang melakukannnya sembari melihat aurat istrinya, anaknya akan mengalami kebutaan atau buta hatinya (keras hati), 
  13. Yang melakukannnya hanya agar diberi uang jalan-jalan, anaknya akan memiliki sifat kadzib (penipu), 
  14. Yang melakukannnya di bawah pohon math'um (yang buahnya bisa dimakan), kelak kematian anak tersebut bisa disebabkan oleh tusukan besi, tenggelam dalam banjir atau bahkan mati karena tertimpa pohon pula. 

Dari penjelasan di atas, pembaca bisa memilih waktu kapan terbaik ketika menebar benih ke "sawah"nya dalam rangka ibadah dan membuat anak yang shalih dan baik. Yakni malam Jum'at, malam Selasa, malam Rabu atau malam Kamis. Tutupi aurat istri, dan jangan hidupkan lupa, hidupkan lampu, supaya hasilnya ganteng dan keren.

Jangan membuat anak di malam Sabtu, malam Ahad malam Kamis, malam Idul Fitri/Idul Adlha, di bawah pohon kelapa, mangga, jeruk dan lainnya, yang buahnya bisa dimakan.

Jangan pula membuat anak ketika istri tergesa-gesa, misalnya, hendak pergi jalan-jalan, atau si istri mau bila Anda sebagai suami memberi imbalan uang saku untuk dia jalan-jalan bersama kawan-kawannya. Demikian pula sebaliknya, jangan membuat anak saat suami tergesa-gesa. 

Demikianlah penjelasan tentang Memilih Waktu Terbaik Membuat Anak Menurut Islam. Diterjemahkan dari Kitab Fathul Izar pada Ahad, 18 Agustus 2019 - 16.48 WIB. Bagian selanjutnya berjudul: Malam Pertama Pengantin Baru Agar Nikmat. []
 

Ketik kata kunci yang Anda cari